Apakah pelajaran matematika dan fisika penting untuk programming?

Beberapa programmer handal menjawab apakah matematika dan fisika penting di dunia programming.

Baca tentang seri pertanyaan dan jawaban programmer handal di sini.

Pertanyaan: Apakah ilmu matematika/ fisika penting untuk programmer? kenapa?

Linus Torvalds:
Saya merasa punya dasar matematika yang kuat sangatlah baik. Saya tidak seyakin itu dengan fisika. Tapi saya yakin matematika bisa membuat kamu menjadi programmer yang lebih baik. Mental modelnya hampir sama, kamu membuat aturan yang kamu mau dan harus konsisten.

Steve Yegge:
Ada cabang besar di matematika yang sangat penting untuk programmer dinamakan “discrete math” atau “concrete math”. Ini mencakup probabilitas, kombinatorik, teori grafik, bukti induksi dan alat berguna lainnya. Saya mau mengajak semua programmer untuk belajar “discrete” matematika sejauh yang mereka bisa. Sedikit lebih baik dibanding tidak sama sekali.

Untuk matematika tradisional, saya jarang menggunakannya, tapi sangat berguna saat dibutuhkan. Sebagai contoh, saya hanya butuh kalkulus satu kali di akhir tahun pekerjaan saya. Saya harus mengestimasi puncak trafik dalam perkiraan kurva sinus di suatu hari. Jika saya tidak tahu kalkulus, akan sulit untuk membuat estimasi akuratnya.

Saat saya membuat game, Wyvern, punya pengetahuan solid tentang planar geometri juga sangat berguna. Dan cukup sering menggunakan linear aljabar sehari-hari. Namum jarang untuk trigonometry, persamaan differenesial begitu juga kalkulus.

Saya akan mengatakan dasar pondasi matematika membuat saya 5-10% programmer yang lebih baik. Kalau saya tahu banyak tentang matematika, tidak diragukan lagi saya akan jadi jauh lebih baik. Jadi saya mulai latihan dan belajar matematika beberapa jam setiap minggunya.

Saya masih cinta dengan fisika. Berusaha untuk mengerti dasar dari kuantum mekanik. Namun secara pribadi saya tidak merasakan kegunannya dalam tugas sehari-hari sebagai programmer. Tentu saja ini berbeda jika saya bekerja di bidang fisika, seperti 3D game atau membuat simulasi tertentu.

David Heinemeier Hansson:
Tidak sama sekali. Paling tidak, “tidak” untuk membuat web aplikasi. Saya merasa yang jauh lebih penting adalah menjadi penulis yang baik.

Peter Norvig:
Ya!. Banyak ide yang diwariskan dari matematika: induksi, rekusi, logika, dll.

Dave Thomas:
Mungkin. Tapi jujur saja, saya tidak melihat banyak korelasi antar bidang ini dengan software developer yang baik.

Namun, saya melihat ada korelasi orang yang punya latar belakar musik dan programming. Tidak tahu kenapa, mungkin karena ada suatu area di otak yang membuat orang pandai di musik juga hebat di pengembangan software.

Guido Van Rossum:
Matematika, ya!(untuk sebagian: Saya tidak peduli dengan perbedaan ekuasi, tapi aljabar dan logika sangatlah penting). Fisika, saya rasa tidak kecuali sangatlah berguna untuk punya ketertarikan di bidang yang berbeda secara umum.

James Gosling:
Ya! dia mengajarkan kamu logika dan deduksi. Untuk punya mata yang mampu menganalisa. Tidak ada ganti untuk matematika untuk menganalisa algoritma.

Tim Bray:
Di kasus saya pribadi, saya hampir tidak pernah menggunakan matematika level-kampus untuk mendukung programming.

Dan satu lagi, jawaban favorit saya.

Bjarne Stroustrup:
Tergantung dengan programmer dan tugas programnya. Beberapa matematika sering berguna: Fisika lebih jarang, tapi belajar fisika adalah salah satu cara terbaik untuk belajar matematika yang praktikal.




Artikel ini bagian dari seri "programmer-handal-menjawab".



👋🏽 Tertarik dengan dunia koding?
📖 baca buku saya, Halo Koding


/Ingin memperbaiki halaman ini? Edit di sini
/✉️ Berlangganan email saat ada konten baru.
/Saya Hilman..ini adalah Jurnal & Kanvas saya seputar dunia koding